Inilah Perawatan Beton Agar Tetap Awet dan Tahan Lama

Beton bukan hal asing dalam sektor pembangunan rumah maupun gedung bertingkat. Beton dikenal kuat dan kokoh, maka tidak heran gedung bertingkat memasukkan beton ke salah satu bahan penyangga bangunan. Selain itu, beton mampu meredam panas dengan baik, mudah dibersihkan, dan mudah mengubah fungsinya dari atap menjadi lantai saat meningkatkan bangunan. Beton lebih kuat dari kayu dan baja karena tahan aus serta tidak mudah terbakar. Itulah alasan beton banyak digunakan dalam berbagai jenis pembangunan gedung.

Beton terbuat dari campuran pasir, kerikil, dan air dengan semen hidrolik. Di samping itu ada bahan tambahan yang bersifat kimiawi atau fisikal pada perbandingan tertentu. Setelah itu dicampur hingga rata dan ditunggu hingga menjadi keras. Campuran yang mengeras akan bertekstur seperti batu, itulah yang disebut dengan beton. Pengerasan terjadi karena adanya reaksi kimia antara air dan semen.

Sekilas, proses pengerjaan beton terlihatĀ  mudah dan terkesan sederhana. Namun kenyataannya, proses pengerjaan beton dapat dikatakan cukup rumit. Beton harus benar-benar rata agar tidak menjadi tampungan air. Adukan beton harus tepat agar tidak mudah retak sehingga menampung kotoran seperti debu, daun kering, hingga ditumbuhi lumut dan mempercepat pengeroposan. Ketika merancang bangunan, beban dak beton harus dihitung dengan cermat sebab jika tidak terlalu membutuhkan dak beton, maka pembongkarannya akan sulit di saat tidak lagi dibutuhkan.

3 Cara Perawatan Beton

Saat membuat bangunan, biasanya tukang bangunan sudah paham dengan perawatan beton yang benar. Perawatan ini pun juga bisa dilakukan tanpa bantuan tukang bangunan. Namun hasilnya akan lebih sempurna jika semuanya diselesaikan oleh tukang bangunan. Perawatan beton juga disebut dengan curing.

Ada tiga cara perawatan beton supaya lebih awet dan tidak mudah retak, yaitu:

1. Curing Dengan Air

Curing dengan air menjadi tahap awal perawatan beton setelah selesai dibangun. Curing air dilakukan dengan menyiramkan air pada bangunan beton. Tujuannya adalah menjaga kelembaban beton. Sebab, jika beton terlalu kering maka mudah retak dan rusak. Caranya cukup mudah, hanya perlu menyemprotkan air menggunakan selang secara merata ke arah beton yang selesai dicor.

2. Curing Dengan Membran

Membran yang dimaksud di sini adalah waterproofing dak beton menggunakan cairan mirip dengan cat. Membran ini sifatnya hampir kedap air. Tujuannya adalah agar beton tidak mudah merembes oleh air ketika diguyur hujan. Selain itu, lapisan ini juga menjaga kelembaban permukaan beton. Ada dua jenis membran yang biasa digunakan, yaitu membran putih dan bening. Lapisan ini mudah dijumpai di toko cat karena menjadi salah satu bagian wajib dalam perawatan beton.

Baca juga: Kriteria Jasa Pasang Partisi Gypsum Yang Terpercaya

3. Menutup Permukaan Beton

Setelah melakukan dua langkah di atas, langkah terakhir adalah menutup permukaan beton dengan bahan tahan air atau lembaran plastik. Penutupan ini dilakukan hingga lapisan membran atau waterproofing integral yang melapisi beton kering sepenuhnya. Tujuan menggunakan bahan tahan air adalah jika terjadi hujan maka tidak akan merusak lapisan membran. Dengan begitu, beton lebih kokoh dan tidak mudah merembes.

Itulah 3 cara perawatan beton yang biasa dilakukan oleh tukang bangunan. Lantas kapan sebaiknya perawatan beton dilakukan? Perawatan beton harus segera dilakukan setelah cor mengeras. Apalagi jika dalam cuaca panas dengan suhu di atas 30 derajat Celcius. Air mudah menguap dan akan mempengaruhi kelembaban beton. Oleh sebab itu, perawatan beton tidak boleh ditunda terlalu lama.

Superhero
Superhero

No Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *